Text
Simbolisme Dan Imajisme Dalam Sastra Indoensia
Simbolisme" dan "Imajisme" adalah dua kata yang tidak dapat
dilepaskan dari sejarah sastra modern di dunia. Dua istilah ini juga dikenal dalam pembicaraan tentang sastra Indonesia,
sebagaimana dipakai oleh Soebagio Sastrowardojo dan Abdul Hadi W.M. untuk menelaah puisi Indonesia modern.' Namun, tampaknya penggunaan istilah ini memunculkan pengertian yang berbeda-beda, dan menyisakan ruang yang luas untuk mempersoalkannya.
Seperti halnya perkembangan mazhab yang lain (realisme, roman-tisme, absurdisme, dan lainnya) dua mazhab ini tumbuh dan berkembang di Eropa Barat dengan konteks sosial budaya dan sejarah perkembangan pemikiran yang khusus. Apakah kita dapat memakai dua mazhab ini untuk mengenali karya sastra Indonesia? Jika ya, bagaimana kedua mazhab ini diwujudkan dalam karya, dan apa konteks yang melingkupinya?
Untuk menjawab permasalahan di atas, pertama-tama kita perlu menelusuri pengertian kedua mazhab ini dalam konteks sastra Eropa, seperti yang diuraikan oleh Talha Bahmid dalam konteks sastra Prancis, serta Bayu Kristianto dan Sapardi Djoko Damono dalam konteks sastra Inggris.
'Lihat pembahasan Sapardi Djoko Damono dan Abdul Rozak Zaidan dalam
buku ini.
Tidak tersedia versi lain